Ringkasan Isi

1. Musim Udang Sungkor

Aktifitas para nelayan menangkap anak-anak udang menggunakan “sungkor”, alat khusus yang dibuat dari waring dengan kantong penampung di bagian belakang. Udang sungkor adalah bahan baku untuk membuat terasi melalui proses permentasi. Kebersihan dan kualitas udang sangat menentukan kualitas terasinya.

Proses pembuatan terasi dalam satu lesung khusus dari kayu sebagai bagian dari keseharian rumah tangga para nelayan di tengah suara tawa dan canda anak-anak mereka yang bermain bebas. Terasi ini akan dijual ke pemilik warung untuk ditukar dengan barang-barang kebutuhan sehari-hari

Suasana pagi hari ketika menjual hasil tangkapan kepada seorang “tauke”  menjadi momen kumpul-kumpul para nelayan untuk bercengkrama dan bertukar informasi tentang pergerakan ikan dan udang  dari pengalaman mereka yang mereka alami.

Kegembiraan anak-anak nelayan merayakan malam ke-27 Ramadhan yang biasa dirayakan masyarakat Melayu di Pulau Bangka. Malam itu dirayakan oleh warga dengan membuat lampu dari bambu yang dipasang di depan rumah.
“Saya bukanlah penentang badai tapi adalah pengayuh gelombang, yang berkayuh diantara gelombang untuk menyeberang menuju tempat ikan berkumpul dan menangkapnya sebagai nafkah untuk menghidupi keluarga saya”

Pergerakan arus atas dan arus bawah, arah angin, cuaca dan musim  adalah pengetahuan dasar seorang  anak nelayan yang diajarkan oleh orang tua mereka dengan cara melibatkan mereka dalam pekerjaan nelayannya.  Pengetahuan dasar itu tidak hanya untuk keselamatan di laut tetapi  juga untuk mengetahui  pergerakan para penghuni laut yang akan mereka tangkap.

Lokasi yang jauh dan fasilitas terbatas mengharuskan para istri nelayan untuk terus memompa dan menjaga semangat anak-anaknya untuk terus  sekolah. Anak-anak nelayan di wilayah terpencil banyak putus sekolah salah satunya karena rendahnya motivasi dan dorongan dari orang tua mereka.

Berjalan di atas lumpur mencari kerang  tidak hanya memerlukan kekuatan fisik tetapi juga kejelian melihat  kerang bersembunyi didalam lumpur itu.  “Ngelumpor” atau mencari kerang, selain untuk mencari rezeki  juga menjadi ajang untuk bermain bagi anak-anak

Kebiasaan itu akan menjadi watak. Kesulitan akan menjadi training alami yang diberikanNya agar anak manusia tumbuh kuat mempertajam bakat.  Mereka yang senang dan berbakat jadi penjual yang akan merubah hasil tangkapan menjadi uang.

Sosok berwibawa penjaga kampung dan lingkungan yang menselaraskan manusia dan alam sekitarnya.  Dengan mantera dan kemampuan magisnya,  para atok penjaga itu mampu berkomunikasi dengan “penghuni alam lain”  untuk menyampaikan pesan agar manusia memiliki adab dengan alam dimana mereka tinggal dengan tidak merusaknya

Popularitas Rhoma Irama menembus kampung-kampung pesisir. Filmnya selalu ditunggu.  Lagu-lagunya biasa terdengar melalui tape recorder di rumah-rumah nelayan.  Ketiadaan uang  membuat anak-anak  mencari cara untuk bisa menonton gratis film SI Raja Dangdut itu. Mereka menggali lobang tanah di bawah dinding  dan menjebol dinding “panggong” sebagai cara untuk menyiasati penjaga.

Sukses nonton gratis film Sang Idola dengan cara masuk melalui “pintu rahasia:, membuat anak-anak mencari cara untuk bisa terus ikut “berkelana”. Tertangkap penjaga bukan berarti kehilangan peluang tapi bisa jadi itu menjadi jalan lain untuk bisa masuk dengan aman.

Perubahan kehidupan sipiritual dan suasana bathin seseorang lazim terjadi karena ada benturan berupa kejadian tragis yang membuat orang itu merubah cara hidupnya. Tapi ada juga yang berubah justru karena hal-hal yang biasa dialaminya sehari-hari.

Mencari guru untuk mendapatkan cahaya penerang agar tak sesat jalan adalah cara yang harus ditempuh semua orang. Hidup ini adalah perjalanan yang perlu petunjuk agar selamat sampai tujuan

Memiliki anak-anak yang berprestasi adalah dambaan dan kebanggaan para orang tua.  Kebanggaan yang membangkitkan tekad untuk mengantar anak-anak sampai pada cita-citanya melampaui batas takdir yang telah tercipta secara sosial.

Semua harus direncanakan sebagai panduan apa yang akan kita jalankan. Rencana adalah bagian dari sabar  untuk meraih apa yang kita impikan.  Kita diberi hak untuk berdoa dan  berusaha,  sementara Dia memiliki hak menentukan hasilnya.

Tinggal berjauhan tidak berarti hubungan dengan saudara renggang tetapi justru harus dipererat dengan mengunjunginya. Ketika ada masalah, maka saudaralah tempat untuk mengadu dan meminta pertolongan.
Adakalanya keinginan itu tak bisa disampaikan secara verbal, tetapi dirasa lebih efektif dan nyaman lewat tulisan. Namun tulisan kerap memunculkan tafsiran dan disalahartikan, sehingga maksud dan tujuan pesannya tidak tersampaikan.

Tradisi khataman Alqur’an di masyarakat pesisir menjadi  cara untuk mengungkapkan rasa syukur.  Momen ini juga menjadi kegembiraan bagi anak-anak. Perayaan ini diwarnai dengan sima’an Alquran di hadapan undangan, bagi-bagi telur tamat kepada anak-anak dan juga makan bersama dengan para tetangga.

Selalulah  minta doa kepada sahabat  tentang apa yang kita cita-citakan. Kita tak pernah tahu kapan dan dari mulut mana doa itu dikabulkan.   Kadang doa spontan sahabat itu akan terkabul puluhan tahun tahun kemudian, bahkan ketika yang berdoapun sudah lupa dengan doanya itu.

Takdir itu adalah ujung ikhtiar, karena kita baru tahu dengan takdir setelah kita ada hasil akhir dari usaha kita.  Karenanya, ada orang menulis takdirnya sendiri dan berbuat sesuai dengan apa yang telah ditulisnya itu.

Perpisahan itu adalah teman dekatnya pertemuan. Maka setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan.  Namun, banyak yang menolak berpisah karena tak ingin kehilangan kesenangan yang ada dalam kebersamaan.  Tapi, hukum alam yang ditetapkanNya adalah tidak ada yang abadi di dunia ini.

Cita-cita itu harus dikejar dimanapun ada tempat yang bisa dituju untuk mewujudkannya. Kadang untuk mengejarnya kita harus melampaui batas kemampuan dan daya tahan. Namun kita sering terperangah karena ternyata kita bisa melewati itu karena ada faktor lain yang menjadi kekuatan untuk melampauinya.

Kabar dan berita itu bisa menjadi obat bagi mereka yang dilanda rindu.  Rindu selalu muncul  ketika menunggu yang membuat waktu terasa lama berlalu.  Apalagi jika yang ditunggu itu adalah  “jantung hati belahan jiwa”  yang terpisah oleh jarak  dan waktu.

Penyakiit dan rasa sakit adalah hal yang ingin orang hindari.  Namun ketika dia menghampiri kita hampir tak punya kuasa untuk menolaknya.  Kita abaikan pun tetap saja rasa sakit itu terus meminta untuk diperhatikan.  Karena itu menghadapinya  dengan lapang dada dan sabar adalah jalan terbaik agar sakitnya tidak bertambah.

Alam selalu memberi tanda yang harus dibaca oleh manusia.  Karena itu “ayat” yang dikirimNya agar manusia selalu ingat kepadaNya.  Seperti pohon-pohon yang merontokkan daunnya adalah tanda bahwa musim kemarau akan lebih panjang dari biasanya.

Dalam keadaan terdesak orang akan melakukan apapun untuk bisa keluar dari keadaan itu. Apa yang kita sayangi akan dikorbankan jika itu bisa membebaskan dari kesulitan.  Seperti menjual sepeda motor kesayangan yang selama ini menjadi “kaki” untuk mencari penghidupan.

Kabar kadang datang dengan mendebarkan.  Terlebih jika kabar itu tidak diharapkan atau berlawanan dengan apa yang diinginkan.  Masa indah saat  masa-masa di sekolah,  harus segera terhenti karena  kehabisan energy ekonomi keluarga. Mengingkari keadaan dengan berharap bahwa kabar itu hanya mimpi    pun tak banyak memberi arti tapi hanya menunda sejenak sesuatu yang sudah harus terjadi.

Perjalanan harus segera dihentikan karena tak mungkin untuk dilanjutkan.  Ada jurang lebar dan samudera luas yang tak mungkin diseberangi dengan dua tangan dan dua kaki.  Pilihannya adalah balik kanan sembari berharap ada jalan lain yang bisa dilalui untuk sampai pada cita-cita.

Hidup itu adalah jalan panjang yang harus kita lalui  untuk sampai pada tujuan.  Namun kita tak pernah tahu ada apa saja di perjalanan itu. Kita hanya bisa melihat sampai di ujung tikungan terdekat.  Selebihnya gelap.  Satu-satunya cara untuk mengetahuinya adalah dengan menjalaninya.

Pertemuan tak sengaja dengan seseorang di perjalanan kadang menjadi petunjuk  tentang satu hal yang belum kita ketahui.  Bisa jadi informasi yang diberikannya dari perbincangan selama perjalanan itu dapat menjadi pertimbangan untuk membuat keputusan perjalanan kita berikutnya.

Berada di persimpangan  yang membuat bimbang untuk menentukan jalan mana yang akan dilalui, memang dilemma.  Tapi petunjuk dan tanda-tanda yang diberikanNya  memberi keyakinan untuk menempuh jalan yang belum pernah dilalui.  Meski masih gelap tapi di situ ada harapan yang membuat orang bertahan.

Sepenggal kisah dapat menjadi penghilang gelisah.  Kisah itu dapat merubah menjadi  rasa bahagia yang membuncah jika kisah itu  tentang kebhagiaan Si jantung hati belahan jiwa. Sebaris kata dapat menjadi pelipur lara,  selembar surat  cukup untuk memadam hasrat.

Kehadiran orang-orang yang dicintai pada momen bahagia adalah suasana sempurna untuk merayakan momen itu. Namun sebaliknya, kesenanganpun terasa hambar jika  hanya sendiri karena bahagia itu akan bertambah jika orang-orang tercinta yang ikut merasakannya.

Kehilangan tidak selalu bermakna tidak beruntung.  Tapi boleh jadi itu cara DIA menggantikannya dengan sesuatu yang lebih baik.  Maka berfikir positif dan bersabar adalah kunci menghadapi keadaan yang tidak menyenangkan.

Ada kewajiban dan tanggung jawab yang dibawa manusia sejak lahir sebagai misi yang harus diselesaikannya di dunia ini. Semakin besar kekuataan atau semakin banyak kekayaan maka semakin besar pula tanggung jawab itu.

Adat dan syariat sering bertemu dan bersanding anggun dalam prosesi pernikahan. Demikian pula dalam kisah ini, pernikahan putra tertua nelayan pesisir itu dengan putri melayu, anak seorang pejabat PT. Timah menyajikan kisah tentang pernikahan adat yang bersanding dengan syariat.

Keindahan cinta remaja di masa SMA memang susah dilupa. Namun untuk mengulanginya sama dengan kita mengejar fotamorgana. Karena kehidupan sesungguhnya adalah apa yang ada di depan mata, bukan fantasi yang dibangkitkan dengan khayalan yang memperlena

Hati adalah motor penggerak raga. Jika hati itu tenteram maka raga akan tenang, tapi jika hati itu gelisah maka ragapun tak bahagia.  Maka tenangkan hati jika ingin menentramkan duniamu.

Keindahan pantai-pantai di pulau Bangka dan tempat eksotik lain yang menjadi tujuan wisata ada di bagian ini melalui perjalanan “honeymoon” pasangan muda yang membuat album perjalanan cinta mereka

Bumi Parahiyangan menyimpan banyak kisah tentang kejayaan masa lalu yang tercatat dalam sejarah kerajaan Pajajaran, Siliwangi , Sumedang Larang, Kesultanan Cirebon dan lain.  Sebagian kecil kisah itu disampaikan dalam perjalanan sang tokoh menyelami rasa dan budaya Tanah Sunda.

Berziarah dianjurkan untuk mendapatkan pelajaran dari orang yang kita ziarahi.  Namun banyak yang tak mendapatkan apa-apa karena tidak melihat atsar (jejak) yang ditinggalkan oleh tokoh yang diziarahi itu.  Maka lihatlah jejak dan ajaran sosok yang diziarahi untuk mendapatkan pelajaran kemuliaan hidup seperti yang dijalaninya.

Kebesaran raja-raja Sunda di masa lalu, tergambar dalam prosesi pernikahan adat di masa kini.  Prosesi pernikahan adat Sunda ini disajikan dalam pernikahan anak nelayan dari pesisir yang berjodoh dengan putri seorang tokoh kota Cirebon.  Penolakan kadang bukan karena tidak sejiwa tetapi karena kita tidak saling memahami kebiasaan dan budaya.

Panggilan mendadak untuk segera pulang karena kesehatan orang tua yang sudah mencemaskan. Segala tugas dan kewajiban pun ditunda demi bertemu dengan orang tua yang dicintai itu.

Merasa usia yang terasa sudah tak lama lagi, sebagian orang tua berwasiat kepada anak-anaknya. Wasiat sebagai pesan terakhir untuk dikerjakan agar hidup mereka kelak bermakna dan tidak menyimpang dari jalan Tuhannya.

Scroll to Top